Tugas Individu (Minggu ke 13)
Psikologi Manajemen
EMPOWERMENT,
STRES DAN KONFLIK
A. Definisi
Konflik
Konflik
organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua anggota atau lebih karena harus
membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja dan atau karena mereka
mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan yang berbeda.
Perbedaan
antara konflik dan persaingan (kompetisi)
terletak pada apakah salah satu pihak dapat mencegah pihak lain dalam
pencapaian tujuan. Kompetisi terjadi jika tujuan kedua belah pihak tidak sesuai
akan tetapi kedua belah pihak tidak dapat saling mengganggu.
B. Jenis –
jenis konflik
Ada
lima jenis konflik dalam organisasi, yaitu:
1.
Konflik didalam individu
Konflik ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap
pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan
saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari
kemampuannya.
2.
Konflik antar individu dalam organisasi yang sama
Konflik ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan
kedudukan atau perbedaan kepribadian.
3.
Konflik antar individu dan kelompok
Konflik ini timbul berhubungan dengan cara individu
menanggapai tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja
mereka.
4. Konflik
antar kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini timbul karena adanya pertentangan
kepentingan antar kelompok.
5.
Konflik ini timbul akibat adanya bentuk persaingan ekonomi dalam sistem
perekonomian suatu Negara. Konflik semacam ini diakui sebagai sarana untuk
mengembangkan produk baru, teknologi, jasa, harga yang lebih rendah dan
pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien.
C. Proses
konflik
1. Penyebab konflik
·
Beda tujuan
·
Kompetisi antar sumber yang tidak
terbatas
·
Tugas saling tergantung
·
Sistem imbalan yang tidak layak
·
Perbedaan suku, agama, ideologi, dsb
Fase Laten
·
Penyebab konflik telah ada
·
Belum terjadi kejadian pemicu
·
Konflik belum jelas karena belum
diekspresikan
2. Fase Pemicu
·
Terjadi sesuatu yang memicu konflik
·
Sadar terjadinya konflik
·
Diferensiasi
·
Konflik terbuka
·
Dialog tidak berhasil
3. Fase eskalasi
·
Interaksi konflik memanas
·
Mulai menggunakan kekuasaan
·
Memperbesar kekuasaan, mencari
teman, terjadi spiral konflik
4. Fase Krisis
·
Peraturan tidak dihormati
·
Semua kekuasaan digunakan untuk mengalahkan
lawan
·
Terjadi agresi
·
Menyelamatkan muka
5. Fase Resolusi Konflik
·
Kehabisan energi, berhenti, dan
tidak memulainya lagi
·
Menyelamatkan muka
·
Terjadi solusi
6.
Fase pascakonflik
Hubungan pihak yang berkonflik bisa kembali harmonis atau
tidak harmonis
Sumber :
Handoko,
T. Hani. 1949. Library of Management.
New York: McGraw-Hill.
Mukhyi,
M. Abdul. Saputra, Imam Hadi. 1995. Pengantar Manajemen Umum (Untuk STIE).
Jakarta: Gunadarma.
P.
Robbins, Stepent. 1974. Managing
organizational Conflict. New York: Prectice Hall, Englewood Cliffs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar