Jumat, 23 Januari 2015

Tugas Individu Psikologi Manajemen (Minggu ke 14)

Tugas Individu (Minggu ke 14)
Psikologi Manajemen


KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN


       A.     Definisi Komunikasi
Komunikasi didefinisikan sebagai proses pemindahan dalam gagasan atau informasi seseorang kepada orang lain. Komunikasi mempunyai artian tidak hanya berupa kata-kata yang disampaikan kepada seseorang namun mempunyai arti yang lebih luas seperti mengekspresikan wajah, intonasi, dan sebagainya.

      B.     Proses Komunikasi
1.      Model Komunikasi Antar Pribadi.
Model yang paling sederhana dalam komunikasi antar pribadi adalah adanya pengirim, berita dan penerima. Jika salah satu dari tiga elemen hilang maka tidak bisa disebut dengan komunikasi.
Contoh model komunikasi yang paling canggih adalah Model Proses.
1)      Pengirim
Adalah seseorang yang mempunyai kebutuhan serta mempunyai kepentingan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain.
2)      Pengkodean (encoding)
Adalah pengirim yang mengkodekan informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat yang biasanya dalam bentuk kata agar orang lain mengerti apa informasi yang disampaikan.
3)      Pesan (message)
Pesan dapat berupa berbagai bentuk yang dapat dirasakan atau dapat dimengerti satu atau lebih panca indera penerima.
4)      Saluran (channel)
Saluran adalah cara mentransmisikan pesan, misalnya kertas untuk surat. Agar komunikasi dapat berjalan efektif dan efisien, saluran harus sesuai untuk pesan.
5)      Penerima (receiver)
Adalah orang yang menafsirkan pesan dari penerima. Jika pesan tidak sampei kepada penerima komunikasi tidak akan berjalan.
6)      Penafsiran kode (decoding)
Adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkan menjadi informasi yang berarti. Semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksud maka akan semakin efektif komunikasi yang terjadi.
7)      Umpan balik (feedback)
Pembalik dari proses komunikasi dimana reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. Karena penerima telah menjadi pengirim, umpan balik mengalir lewat langkah yang sama seperti semula. Semakin cepat umpan tersebut kembali semakin efektif komunikasi yang terjadi.

2.      Model Komunikasi dalam Organisai
Raymond  V. Lesikar ada faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi, yaitu:
1)      Jalur komunikasi formal
Efektivitas komunikasi akan efektif melalui dua cara : jalur formal, dimana jarak yang semakin luas dan berkembang serta tumbuhnya organisasi, dan jalur formal komunikasi menghambat arus yang besar dari informasi diantara tingkat-tingkat organisasi.
2)      Struktur wewenang
Dalam organisasi dimana perbedaan statis dan kekuasaan akan mempengaruhi isi dan ketepatan komunikasi.
3)      Spesialisasi jabatan
Anggota organisasi yang sama akan menggunakan istilah-istilah, tujuan, tugas, waktu dan gaya yang sama dalam komunikasi.
4)      Pemilikan informasi
Individu-individu mempunyai informasi dan pengetahuan yang khas mengenai tugasnya. Informasi ini memiliki bentuk kekuatan bagi orang yang memilikinya.


      C.     Hambatan Komunikasi.
1.      Hambatan Organisasional:
a.       Tingkatan Hieararki:
Bila organisasi tumbuh dan berkembang akan menimbulkan berbagai masalah organisasi, karena menambah tingkatan memakan waktu yang panjang dan ketepatannya semakin berkembang. Dimana setiap tingkatan bisa menambah atau mengurangi, serta merubah berita dengan aslinya.
b.      Wewenang Manajerial:
Bahwa mengendalikan orang lain juga menimbulkan hambatan terhadap komunikasi. Atasan merasa bahwa mereka tidak sepenuhnya menerima berbagai masalah, kondisi yang membuatnya tampak lemah sedang bawahan menghindar situasi untuk mengungkapkan informasi yang membuat posisinya tidak menguntungkan. Maka dua hal diatas akan menimbulkan  gap.

c.       Spesialisasi
Perbedaan fungsi, kepentingan dan istilah-istilah lainnya membuat org merasa ada dalam dunia yang berbeda, yang akhirnya menghalangi masyarakat, sulit memahami dan mendorong terjadi kesalahan-kesalahan.

2.      Hambatan antar pribadi:
Kesalahan dalam komunikasi juga dipengaruhi oleh faktor ketidaksempurnaan manusia dan bahasa. Maka perlu memperhatikan:
a.       Persepsi selektif
b.      Kedudukan komunikator
c.       Keadaan membela diri
d.      Pendengaran lemah
e.       Ketidaktepatan penggunaan bahasa


SUMBER :
Jones, Gareth R. Organizational Theory : Text and Cases, Addison Wesley, 1995
Robbins, Stepehen P. Managing Today, 2nd Ed, Prentice Hall, 2000
Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995
C.S., Raymond. 1977. Organizational Behavior: A Book Reading. New York: McGrawHill.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar