Teori
Psikoanalisa ( Sigmund Freud )
Teori Psikoanalisis, Sigmund Freud ( 1856 – 1939 )
Biografi Sigmund Freud
Sigmund Freud adalah seorang
psikolog yang berasal dari kota Wina, Austria. Freud dilahirkan dari kandungan
seorang ibu yang bernama Amalia yaitu seorang yang cantik, tegas, masih muda,
dau puluh tahun lebih muda dari suaminya dan merupakan istri ketiga dari
ayahnya Jacob Freud. Freud lahir tepatnya pada tanggal 6 Mei 1856 di Freigery
sebuah kota kecil yang didominasi penduduk asli Muravia2, yang sekarang ini
lebih dikenal dengan sebutan Pribar Cekoslowakia, Austria. Ia meninggal di
London pada tanggal 23 September 1939. Selama hampir 80 tahun Freud tinggal di
Wina dan baru meninggalkan kota ketiaka Nazi menaklukkan Austria. Pada tahun
1860, ketika Freud hampir berusia 4 tahun, kelaurganya pindah ke Wina (Wina,
ibukota Austria) yang kemudian menjadi semacam magnet bagi kaum imigran. Saat
itu adalah masa-masa awal dimulainya era liberal pada kekaisaran Hapsburg. Kaum
Yahudi baru saja terbebas dari pajak-pajak yang memberatkan serta berbagai
pembatasan menghina seperti tentang hak-hak kepemilikan mereka, pilihan-pilihan
karer, praktek-praktek keagamaan yang dianut. Kemerdekaan ini kemudian membawa
harapan-harapan realistis pada bidang perkembangan taraf ekonomi, partisipasi
politik serta menjadi ukuran baru bagi standar penerimaan sosial. Saat itu
adalah masa dimana (seingat Freud) “Para murid berdarah Yahudi yang taat,
selalu membawa album foto tokohtokoh Yahudi yang menjadi Menteri kabinet, dalam
tas mereka.
” Freud muda terlatih untuk selalu
memiliki ambisi-ambisi tinggi. Sebagai anak pertama dan kesayangan keluarga,
dia difasilitasi kamar pribadi oleh orang taunya. Dia memperlihatkan
bakat-bakat yang luar biasa semenjak hari pertama sekolahnya dan disekolah
lanjutan (disebut Gymnasium: sekolah lanjutan swasta sebelum masuk perguruan
tinggi), dia selalu berada di peringkat pertama dari tahun ke tahun.4 Sigmund
Freud terlahir dari keluarga berkebangsaan dan beragama Yahudi. Akan tetapi
sosok Freud bukanlah sebagai seorang yang taat pada agama, ini terbukti karena
Freud jarang sekali bahkan tidak pernah menjalankan apa yang diperintahkan oleh
agamanya. Sigmund Freud meninggalkan segala keyakinan agamanya dikarenakan ia
menganggap bahwa agama itu hanyalah merupakan suatu khayalan belaka. Namun
disisi lain Freud menyadari akan dirinya sebagai seorang yang beragama Yahudi
dimana Freud selalu menghadiri pertemuan pertemuan B’nai B’rith yaitu pertemuan
masyarakat Yahudi setempat, Freud juga menolak royalti atas buku-bukunya yang
akan diterjemahkan ke dalam bahasa Yiddish dan Ibrani. Bahkan Sigmund Freud
beranggapan bahwa kebebasan intelektualnya selama ini disebabkan karena
keyahudiannya. Pernyataan ini ditulis sendiri ketika pertama kali ia mengalami
“antisemifisme” di Universitas Wina. Pada tahun 1873, Sigmund Freud masuk
kuliah di Universitas Wina tepatnya di fakultas kedokteran. Sebagai seorang
mahasiswa yang sedang melakukan pendidikan tentang ilmu hayat, Freud selama
perempatan akhir dari abad ke-19, mengalami banyak kesukaran terutama untuk
menghindarkan diri dari pengaruh ilmu fisika. Energi dan dinamika yang mengalir
dalam setiap laboratorium kemudian menyusul kedalam jiwa setiap sarjana.
Meskipun demikian Freud mendapatkan banyak keuntungan terutama pada saat ia
melakukan penelitian di dalam bidang ilmu hayat. Ia berada di bawah asuhan
Ernst Brucke seorang direktur dari laboratorium physicology di Universitas Wina
dan Ernst Brucke merupakan psikolog terbesar dalam abad ke-19 itu.
Setelah lulus pada tahun 1881,
Sigmund Freud sebagai peneliti yang brilian, dia sagat terlatih untuk melakukan
observasi secara mendalam dan mengkaji kesesuaian pendirian dalam berbagai
keragu-raguan ilmiah. Dia mendapat kehormatan untuk bekerja sama dengan
professor-preofesor bereputasi internasional, yang hampir kesemuanya adalah
kaum positivis dari luar Jerman yang meremehkan pemikiran-pemikiran metafisik
dan penjelasan-penjelasan religiuas tentang fenomena alam. Bahkan, setelah
Freud memodifikasi teori mereka tentang jiwa yang pada intinya hanya sedikit
mengaburkan teori-teori fisiologi, dia tetap mengingat para guruguru besar itu
dengan rasa terima kasih yang tidak dibuat-buat. Satu dari mereka yang paling
dia kenang, Ernst Brunke, seorang fisiolog terkenal dan pemberi tugas-tugas
sulit, bahkan menegaskan Freud sebagai seorang pembangkang, kafir. Sigmund
Freud lebih senang mengisi kehidupannya dengan penelitian, karena dari
penelitian ia mendapatkan kepuasaan tersebut. Pada tahun 1882, atas saran
brucke, dengan enggan Freud meninggalkan kursi kerjanya di laboratorium dan
berpindah tugas dirumah sakit umum Wina. Alasannya cukup romantis: di bulan
April dia berjumpa dengan Martha Bernays, seorang perempuan muda yang cantik,
lembut dan bertubuh langsing dari Jerman bagian utara, ketika dia sedang
mengunjungi salah satu saudarinya. Kemudian Freud sangat tergila-gila dengan
perempuan ini. Secar diam diam mereka bertunangan, namun saat itu dia merasa
masih terlalu miskin untuk membentuk sebuah keluarga borjuis yang terhormat
(yang mereka anggap penting). Mendekati September 1886, sekitar 5 bulan setelah
peresmian praktiknya di Wina, dengan tambahan dana dari hadiah-hadiah dan
pinjaman dana dari teman-teman yang kaya, akhirnya mereka dapat menikah. Dalam
sembilan tahun mereka mempunyai enam keturunan. Anaknya yang bungsu, Anna,
tumbuh menjadi orang kepercayaan sekaligus sekretaris, perawat, murid dan wakil
dari ayahnya, kemudian berkarir sebagai psikoanalis yang ulung di
bidangnya. Sebelum menikah, antara Oktober 1885 hingga Februari 1886, Freud
bekerja di Paris bersama seorang neurolog kenamaan prancis, jean martin
sharcot, yang membuat Freud terkesan atas pembelaannya yang berani dalam
mempertahankan pemikirannya tentang hipnotis sebagai salah satu instrumen bagi
penyembuhan berbagai gangguan medis. Serta tidak kurang beraninya adalah
tesisnya (walaupun sebenarnya agak kuno) bahwa tidak lelaki tidak kalah rentan
dibanding kaum perempuan untuk menderita histeria. Charcat, sang peneliti tiada
tanding ini, boleh dibilang sebagai pendorong pertumbuhan minat Freud pada
aspek-aspek teoritis dan terapiutis dari penyembuhan ganguan mental. Sekitar
tahun 1890-an (sebagaimana diceritakan kepada seorang temannya), ilmu psikologi
telah menjadi raja dalam dirinya. Selama tahun-tahun tersebut, ia berupaya
keras membentuk teori psikoanalisis tentang pikiran. Freud sebegai tokoh
produktif dan giat bekerja, hal itu terbukti karena dia meskipun telah lanjut
usia dan sakit-sakitan, dia tetap bekerja sebagai seorang dokter dan penulis.
Dia meninggal pada 23 September 1939 London setelah menelan beberapa
dosis morfin yang mematikan yang diminta dari dokternya. Freud tidak percaya
pada keabadian manusia, namun karyanya terus hidup hingga kini.
1. Psikoanalisa Sebagai Teori Kepribadian
Menurut Freud, kehidupan jiwa
memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar
(preconscious), dan tak sadar (unconscious). Baru pada tahun 1923 Freud
mengenalkan tiga model struktural yang lain, yakni id, ego, dan superego.
Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi atau
menyempurnakan gambaran mental terutama dalam fungsi atau tujuannya. Untuk
mempelajari dan memahami sistem kepribadian manusia, Freud berusaha
mengembangkan model kepribadian yang saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan
antara satu dengan yang lainnya. Konflik dasar ketiga sistem kepribadian
tersebut dapat menciptakan energi psikis individu dan memiliki sistem kerja,
sifat serta fungsi yang berbeda. Meskipun demikian antara satu dengan yang
lainnya merupakan satu tim yang saling bekerja sama dalam mempengaruhi perilaku
manusia.
Sadar (Conscious)
Tingkat kesadaran yang berisi semua
hal yang kita cermati pada saat tertentu. Menurut Freud, hanya sebagian kecil
saja dari kehidupan mental yang masuk ke kesadaran.
Prasadar (pereconscious)
Disebut juga ingatan siap (available
memory), yakni tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan
taksadar. Isi preconscious berasal dari conscious dan dari unconscious. Materi
taksadar yang sudah berada di daerah prasadar itu bisa muncul kesadaran dalam
bentuk simbolik, seperti mimpi, lamunan, salah ucap, dan mekanisme pertahanan
diri.
Taksadar (Unconscious)
Bagian yang paling dalam dari
struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dari jiwa
manusia. Ketidaksadaran berisi insting, impuls, dan drives yang dibawa dari
lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatik (biasanya pada masa anak-anak) yang
ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah taksadar.
Id
Id merupakan lapisan psikis yang
paling dasariah, kawasan eros dan thanos berkuasa. Dalam id terdapat
naluri-naluri bawaan biologis (seksual dan agresif, tidak ada pertimbangan akal
atau etika dan yang menjadi pertimbangan kesenangan) serta keinginankeinginan
yang direpresi. Hidup psikis janin sebelum lahir dan bayi yang baru dilahirkan
terdiri dari id saja. Jadi id sebagai bawaan waktu lahir merupakan bahan dasar
bagi pembentukan hidup psikis lebih lanjut. Sedangkan naluri id merupakan
prinsip kehidupan yang asli atau pertama, yang oleh Freud dinamakan prinsip kesenangan,
yang tujuannya adalah untuk membebaskan seseorang dari ketegangan atau
mengurangi jumlah ketegangan sehinga menjadi lebih sedikit dan untuk menekannya
sehingga sedapat mungkin menjadi tetap. Ketegangan dirasakan sebagai
penderitaan atau kegerahan sedangkan pertolongan dari ketegangan dirasakan
sebagai kesenangan. Id tidak diperintahkan oleh hukum akal atau logika dan
tidak memiliki nilai etika ataupun akhlak. Id hanya didorong oleh satu
pertimbangan yaitu mencapai kepuasan bagi keinginan nalurinya, sesuai dengan
prinsip kesenangan. Menurut Freud ada dua cara yang dilakukan oleh id dalam
memenuhi kebutuhannya untuk meredakan ketegangan yang timbul yaitu melalui
reflek seperti berkedip dan melalui proses primer seperti membayangkan makanan
pada saat lapar. Sudah pasti dengan membayangkan saja kebutuhan kita tidak akan
terpenuhi melainkan hanya membantu meredekan ketegangan dalam diri kita. Agar
tidak terjadi konflek maka dari itu diperlukan sistem lain yang dapat
merealisasikan imajinasi itu menjadi kenyataan sistem tersebut adalah ego.
Ego
Ego adalah sistem kepribadian yang
didominasi kesadaran yang terbentuk sebagai pengaruh individu kepada dunia
obyek dari kenyataan dan menjalankan fungsinya berdasarkan pada prinsip
kenyataan berarti apa yang ada. Jadi ego terbentuk pada struktur kepribadian
individu sebagai hasil kontak dengan dunia luar. Adapun proses yang dimiliki
dan dijalankan ego sehubungan dengan upaya menawarkan dengan kebutuhan atau
mengurangi ketegangan. Ego merupakan pelaksanaan dari kepribadian, yang
mengontrol dan memerintahkan id dan superego serta memelihara hubungan dengan
dunia luar untuk kepentingan seluruh kepribadian yang keperluannya luas. Jika
ego melakukan faal pelaksanaannya dengan bijaksana akan terdapat keharmonisan
dan keselarasan. Kalau ego mengarah atau menyerahkan kekususannya terlalu
banyak kepada id, kepada superego ataupun kepada dunia luar akan terjadi
kejanggalan dan kesadarannya pun tidak teratur. Selain itu ego juga merupakan
hasil dari tindakan saling mempengaruhi lingkungan garis perkembangan idividu
yang ditetapkan oleh keturunan dan dibimbing oleh proses-proses pertumbuhan
yang wajar. Ini berarti bahwa setiap orang memiliki potensi pembawaan untuk
berpikir dan menggunakan akalnya. Sehingga dapat dikatakan bahwaa kebanyakaan
ego bekerja di bidang kesadaran, terkadang juga pada alam ketidaksadaran dan
melindungi individu dari gangguan kecemasan yang disebabkan oleh tuntutan id
dan superego.
Superego
Superego merupakan sistem
kepribadian yang berisi nilai-nilai moral bersifat evaluatif (memberikanbatasan
baik dan buruk). Menurut Freud superego merupakan internalisasi idividu tentang
nilai masyarakat, karena pada bagian ini terdapat nilai moral yang memberiakan
batasan baik dan buruk. Dengan kata lain superego dianggap pula sebagai moral
kepribadian. Adapun fungsi pokok dari superego jika dilihat dari hubungan
dengan ketiga aspek kepribadian adalah merintangi impuls-impuls ego terutama
impuls-impuls seksual dan agresif yang pernyataannya sangat ditentang oleh
masyarakat dan mendorong ego untuk lebih mengejar hal-hal yang moralistis
daripada yang realistis serta mengejar kesempurnaan yang diserap individu dari
lingkungannya. Sedangkan dalam superego yang bersifat ideal, Freud membaginya
kedalam dua kumpulan yaitu suara hati (cansience) dan ego ideal. Kata hati
didapat melalui hukuman oleh orang tua, sedangkan ego ideal dipelajari melalui
penggunaan penghargaan. Superego dapat obyektif dan lingkungan proses rohaniah
yang lebih tinggi maka superego dapat dianggap sebagai hasil sosialisasi dengan
adat tradisi kebudayaan. Superego dalam peranannya sebagai penguasa dari dalam
dirinya kemudian mengambil tindakan serangan terhadap ego. Setiap kali ego
mengandung pikiran untuk memusuhi atau membrontak terhadap seorang yang
berkuasa di luar. Oleh karena itu ego merupakan agen dari penghidupan superego
dengan jalan berusaha untuk menghancurkan ego mempunyai tujuan yang sama dengan
keinginan mati yang semula dalam id. Itulah sebabnya maka superego dikatakan
menjadi agen dari naluri-naluri kematian.
2. Perkembangan Kepribadian
T eori psikoanalisa mengenai
perkembangan kepribadian berlandaskan dua premis, pertama, premis bahwa
kepribadian individu dibentuk oleh berbagai jenis pengalaman masa kanak-kanak
awal. Kedua, energy seksual (libido) ada sejak lahir dan kemudian berkembang
melalui serangkaian tahapan psikoseksual yang bersumber pada proses-proses
naluriah organism.
Freud
menyatakan bahwa pada manusia terdapat tiga fase atau tahapan perkembangan
psikoseksual yang kesemuanya menentukan bagi pembentukan kepribadian. Tiga fase
tersebut adalah :
1. Fase Oral
Fase oral adalah fase pertama yang
berlangsung pada perkembangan kehidupan individu. pada fase ini, daerah erogen
yang paling penting dan paling peka adalah mulut.yakni berkaitan dengan pemuasan
kebutuhan dasar akan makanan atau minuman. Stimulasi atau perangsangan atas
mulut merupakan tingkah laku yang menimbulkan kesenangan atau kepuasan.
2. Fase Anal
Fase anal dimulai dari tahun kedua
sampai tahun ketiga kehidupan. Pada fase ini energy liibidal dialihkan dari
mulut ke daerah dubur,serta kesenangan dan kepuasan diperoleh dengan tindakan
mempermainkan atau menahan kotoran (faeces). Pada fase ini pula, seorang anak
diperkenalkan kepada aturan-aturan kebersihan yang disebut toilet training.
3. Fase Falik
Fase falik ini berlangsung pada
tahun keempat atau kelima, yakni suatu fase ketika energi libido sasarannya
dialihkan dari daerah dubur kedaerah alat kelamin. Pada fase ini anak mulai
tertarik pada alat kelaminnya sendiri dan mempermainkannya dengan maksud untuk
memperoleh kepuasan.
4. Fase Latent
Periode laten adalah saat eksplorasi
di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti
pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam
pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri.
Freud menggambarkan fase latens
sebagai salah satu yang relatif stabil. Tidak ada organisasi baru
seksualitas berkembang, dan dia tidak membayar banyak perhatian untuk
itu. Untuk alasan ini, fase ini tidak selalu disebutkan dalam deskripsi
teori sebagai salah satu tahap, tetapi sebagai suatu periode terpisah.
5. Fase Genital
Pada tahap akhir perkembangan
psikoseksual, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis.
Dimana dalam tahap-tahap awal fokus hanya pada kebutuhan individu, kepentingan
kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah
selesai dengan sukses, individu sekarang harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan
dari tahap ini adalah untuk menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang
kehidupan.
Daftar Pustaka :
Salkind,
Neil J. (2004). An Introduction to Theories of Human Development. Thousand
Oaks, London, New Delhi: Sage Publications. International Education and
Publisher
L.Atkinson,
Rita. Pengantar Psikologi. 1983. Erlangga:Jakarta.
Koeswara. Teori-Teori
Kepribadian. 1986. PT.ERESCO:Bandung.
Kelompok 1 KESEHATAN MENTAL :
ANNISA RACHMADILA RIANI (10512973)
FEBBRY RAHMAT DWICAHYO (12512844)
MARIA INKE SEPTIANI (14512427)
MEIZA AULIA CORITHA (14512532)
NINDI AYU PRAVITASARI (15512334)
SHARIA VEBIRIANA (16512960)
KELAS : 2PA03
Materi : Psikoanalisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar