Selasa, 04 November 2014

Tugas Individu Psikologi Manajemen (Minggu ke 1)



MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN


1)      PENGERTIAN / DEFINISI

a)      MANAJEMEN

            Pengertian Manajemen dalam bahasa Inggris “management” dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti megurusi atau mengelola. Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan kepemimpinan, yaitu orang-orang yang melakukan kegiatan memimpin, disebut “manajer” .

Menurut Kamus  Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen adalah “penggunaan sumber daya secara efektif mungkin untuk mencapai sasaran”.


            Berikut dikutip dan dijelaskan pengertian manajemen dan pendapat-pendapat beberapa                 ahli :

Menurut James A.F Stoner 

            Pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalaian upaya dari anggota organisasi secara penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Robins dan Coulter (2007)

            Manajemen adalah proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehinggag pekerjaantersebut terselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
Efisiensi mengacu pada memperoleh output terbesar dengan input terkecil ; digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu secara benar.” Sedangkan efektivitas menagacu pada meneyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai; digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu yang benar”.

Menurut Heene dan Desmidt (2010)
           
            Manajemen adalah serangkaian aktivitas manusia yang berkesinambungan dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkannya.


Menurut Assauri (2004)
           
            “Pengertian manajemen adalah kegiatan atau suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatanorang lain.”


Menurut Harsey dan Blanchard (2005)
           
            “Pengertian manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaa, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.”



b)     KEPEMIMPINAN
       
Definisi tentang kepemimpinan bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. Definisi kepemimpinan secara luas adalah meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Selain itu juga mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya, pengorganisasian dan aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran, memelihara hubungan kerja sama dan kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerja sama dari orang-orang di luar kelompok atau organisasi.
Kepemimpinan dipahami dalam dua pengertian yaitu sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang. Kepemimpina hanyalah sebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu secara suka rela/ suka cita.
Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan para anggota kelompok. Tiga implikasi penting yang terkandung dalam hal ini yaitu: (1) kepemimpinan itu melibatkan orang lain baik itu bawahan maupun pengikut, (2) kepemimpinan melibatkan pendistribusian kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok secara seimbang, (3) adanya kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan yang berbeda-beda untuk mempengaruhi tingkah laku pengikutnya dengan berbagai cara.


2)      KESIMPULAN

Dari beberapa penjelasan di atas penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa :

Manajemen merupakan sebuah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
            Adapun fungsi-fungsi manajemen meliputi beberapa hal yaitu:

1. Planning merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.
2. Organizing merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.
3. Leading fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.
4. Controlling fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan.


Kepemimpinan yaitu merupakan suatu proses mempengaruhi, mengarahkan, atau memberi contoh kepada pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi yang diharapkan. Pemimpin dalam kepemimpinan dibagi atas dua bagian yaitu pemimpin formal, pemimpin yang secara resmi dipilih oleh suatu organisasi berdasarkan keputusan secara resmi untuk menempati suatu jabatan. Dan pemimpin informal yaitu orang yang tidak mendapatkan pengangkatan formal sebagai pemimpin.

Dalam kepemimpinan ada beberapa teori di dalamnya, antara lain teori sifat, teori kepribadian perilaku, teori kepemimpinan situasional, teori genetis, teori sosial, dan teori ekologis. Selain teori, ada fungsi dari kepemimpinan dalam organisasi yang meliputi;
a.       Fungsi instruktif
b.      Fungsi konsultatif
c.       Fungsi partisipasi
d.      Fungsi delegasi
e.       Fungsi pengendalian


DAFTAR PUSTAKA


Assauri, Sofjan. 2003. Managemen Produksi, Edisi Revisi. Jakarta : LPFE Universitas Indonesia


Charles, A., Taff 1996. Manajemen Transportasi dan Distribusi Fisis, Terjemahan Menurut Marianus Sinaga, Jilid  I, Edisi Ketujuh, Cetakan Ketiga. Jakarta : Erlangga


Heizer, Jay & Barry Render. 2004. Operation Management. Ithaca & London : Cornel University Pres

Prawirosentono, Suyadi. 2001. Manajemen Operas. Edisi Ketiga, Cetakan I, Jakarta : Bumi Akasara.

Rangkuti, Fredy. 2000. Manajemen Persediaan. Aplikasi di Bidang Bisnis,  Cetakan Rangkuti Ketiga. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Tampubolon, Manahan P. 2004. Manajemen Operasional. Jakarta : Ghalia Indonesia


                       Rahmat, Definisi Manajemen, disalin dari website: http://blog.re.or.id/definisi-                                           manajemen.htm

Kamis, 10 Juli 2014

KESEHATAN MENTAL - KONTROL DIRI UNTUK KESEHATAN PSIKOLOGIS


TUGAS KESEHATAN MENTAL
Dosen : Lidya Catrunada
Nama : Febbry Rahmat Dwicahyo
Kelas : 2PA03
NPM : 12512844



Contoh Kasus :
Gangguan Psikotik Singkat
            Sebagian besar orang pernah mendengar frase “gangguan saraf” (nervous breakdown) yang digunakan untuk menggambarkan orang yang tiba-tiba kehilangan control, bertingkah aneh, dan mengalami pengalaman yang asing, seperti delusi atau halusinasi. Istilah tersebut sebenarnya istilah yang tidak cocok karena symptom-simtom ini tidak disebabkan oleh gangguan saraf. Istilah yang tepat adalah gangguan psikotik singkat (brief psychotic disorder), suatu gangguan yang dicirikan dengan onset tiba-tiba simtom-simtom psikotik yang berlangsung kurang dari satu bulan. Simtom-simtom tersebut sering kali bersifat reaktif, muncul setelah kejadian atau serangkaian kejadian yang menyebabkan stress, dan biasanya orang tersebut kembali ke fungsi normal.
            Stresor tersebut mungkin sesuatu yang orang lain akan jelas mengenalinya sebagai sesuatu yang serius, seperti kematian pasangan atau kebakaran rumah; tetapi dibeberapa contoh kasus, stresornya cukup mengganggu bagi individu meskipun orang lalin melihatnya sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengganggu (misalnya masalah finansial atau akademik). Beberapa individu menjadi psikotik secara singkat tanpa stressor yang jelas membuat keluarga dan klinisi kebingungan dalam menentukan penyebab dari perubahan dramatis yang terjadi pada diri individu.
Karakteristik Diagnostiknya adalaha sebagai berikut :
Selama setidaknya 1 hari, namun kurang dari satu bulan, individu dengan  gangguan iini mengalami setidaknya 1 dari gejala-gejala berikut sebelum kembali berfungsi secara normal :
Delusi,
Halusinasi,
Cara bicara yang tidak tertata,
Memunculkan perilaku katatonik dan  terganngu,
Kondisi ini tidakk terkait dengan gangguan lain, kondisi medis ataupun penggunaan obat-obatan.
Kondisi ini dapat ditentukan oleh (1) stressor tertentu; (2) tanpa stressor tertentu; (3) sengan serangan yang muncul setelah melahrkan.

Dalam kasus ini, ada bebrapa treatmen (perlakuan) yang dapat diterapkan untuk membantu penderita gangguan psikotik singkat untuk bisa memulihkan kondisi psikologisnya. Diantaranya dengan :

  1. Meningkatan kontrol diri
  • Pengendalian diri sebagai perilaku yang dipelajari
            Perilaku disini tidak hanya merujuk untuk perilaku terbuka tetapi untuk semua proses internal dan eksternal dan kegiatan yang dapat diamati dan diukur. Titik utama Skinner adalah perilaku yang terdiri dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri dapat dimodifikasi oleh prinsip yang sama seperti perilaku lain. Perilaku mengendalikan diri terutama dipelajari dan dengan demikian lebih rentan terhadap perubahan.
  • Kesadaran akan pengaruh lingkungan
            Orang-orang yang bergantung pada prinsip-prinsp modifikasi perilaku stres perlu juga “outsight” atau kesadaran dan penguasaan pengaruh eksternal perilaku.
  • Mengubah isyarat dan konsekuensi dari perilaku.
            Dua jenis variabel pengendalian atau pengaruh sangat penting untuk perilaku, yaitu isyarat yang memicu perilaku dan konsekuensi yang mengikutinya. Beberapa syarat di sekeliling kita atau di dalam diri kita dapat memicu apa yang kita katakan dan kita lakukan dan seringkari kita hanya samar-samar dalam menyadari ini. Seringkali konsekuensi dari perilaku kita mengerahkan pengaruh yang lebih pada apa yang kita lakukan.

  1. Menetapkan tujuan
  • Mendefinisikan perilaku sasaran Anda
            Sangat penting untuk menentukan target perilaku dalam hal perilaku. Kita ingin mengurangi atau menghilangkan masalah perilaku (perilaku negatif) dan meningkatkan perilaku yang positif.
  • Menetapkan tujuan yang dapat dicapai
Membuat program perbaikan diri untuk memilih tujuan yang terlalu ambisius atau tidak realistis.

  1. Pencatatan perilaku
            Setelah kamu menetapkan tujuan, penting untuk memperhatikan perilakumu sekarang sebagai basis (landasan) untuk mengukur progresnya nanti. Ada tiga cara untuk mencatat, yang pertama itu frequency count (menghitung seberapa seringnya) contohnya itu menghitung jumlah kalori yang kita konsumsi atau berapa kali kamu berbicara dalam kelas. Yang kedua measure of the duration or amount of time invested in the behavior (mengukur durasi atau waktu ketika melakukan perilaku), teknik ini lebih sulit, tapi lebih pantas ketika perilaku tidak dapat dengan mudah dipecah menjadi peristiwa yang terpisah. Contohnya seperti berapa lama tidur, belajar, dan bekerja. Yang ketiga adalah counting the products of the behavior (menghitung hasil dari perilaku) seperti ruangan yang bersih, tugas yang sudah selesai.

  1. Menyaring antisenden perilaku
            Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak perilaku terjadi karenakan rentetan peristiwa (chain behavior). Seperti merokok, itu cenderung sering terjadi ketika individu gugup, bosan dll. Kondisi ini disebut antisenden. Ketika tujuan kamu adalah menghilangkan perilaku yang tidak dinginkan, strategi terbaik adalah dengan mengurangi antisenden tersebut. Dan ketika kamu mencoba untuk menetapkan perilaku yang dinginkan sebaiknya kamu membuat/membangun antisenden dan asosiasi yang memicu perilaku yang diinginkan tersebut.

  1. Menyusun konsekuensi yang efektif
            Setelah kamu mulai mengontrol beberapa kondisi yang memicu target perilakumu, kamu siap untuk lebih memperhatikan konsekuensi dari perilakumu.
            Kita tidak memberi imbalan kepada diri kita sendiri dengan reinforcers (penguat) sampai kita bisa melihatkan target perilaku yang ingin kita kuatkan. Reinforcers itu sendiri adalah apapun yang memperkuat perilaku. Ada dua macam reiforcers yang pertama positive reinforcment syang memperkuat perilaku yang diberikan langsung. Yang kedua negative reiforcement terdiri dari mengurangi atau menghilangkan stimulus yang tidak menyenangkan seperti cemas.
            Memilih reinforcer adalah tindakan yang sangat pribadi. Pada dasarnya, reinforcer yang efektif harus memiliki beberapa kriteria. Yang pertama harus sesuatu yang menguatkan untuk kamu. Yang kedua apakah reinforcer itu mudah dikendalikan. Yang ketiga adalah reiforcer itu harus kuat.
  1. Menerapkan perencanaan yang efektif
Pada poin ini kamu sudah siap untuk menetapkan keseluruhan rencanamu ke tindakan. Tapi, sebelum kamu memulai, penelitian sudah menunjukkan bahwa kamu harus berhati-hati kepada dua hal: persetujuan dengan dirimu tentang tujuanmu dan reinforcers yang kamu gunakan. Dengan tujuan untuk mempunyai pertujuan yang jelas dengan dirimu sendiri tentang apa yang hendak kamu selesaikan, kamu harus membuat self-contract. Yang didalamnya harus terdapat:
  1. Penjelasan yang jelas tentang terget perilaku yang hendak di capai, termasuk batas waktu programmu.
  2. Reinforcers yang akan kamu gunakan, bersamaan dengan jadwal digunakannya.
  3. Klausa bonus untuk tambahan positive reinforcement jika kamu melampaui batas minimal kontrakmu.
  4. Klausa pinalti jika kamu tidak memenuhi kontrakmu dalam waktu yang sudah ditentukan.
  5. Cara-cara yang akan anda gunakan untuk mencatat perilaku anda.
  6. Saksi mata, minimal satu orang, terutama jika mereka membantumu.
idealnya adalah kamu menggunakan reinforcers segera setelah kamu melakukan perilaku yang kamu inginkan.

  1. Evaluasi
            Akan ada hari yang baik dan buruk ketika melakukan self-impovement (perbaikan diri sendiri). Sering sekali orang-orang cenderung meremehkan peningkatan mereka dikarenakan tidak secepat yang mereka inginkan. Beberapa perubahan dalam perilaku terjadi secara berangsur-angsur dan memerlukan kesabaran yang besar. Ketika peningkatan mereka megecewakan, ada beberapa hal yang menjadi kesalahan. Yang paling sering dikarenakan kekurangan sasaran perilaku yang di tetapkan, kesalahan dalam catatan, atau gagal dalam menggunakan reinforcement dengan benar. Problem pertama biasanya terdiri dari target perilakunya terlalu biasa. Yang kedua adalah ketika melakukan renforcement. Tidak membuat reinforcement kontigan pada perilaku anda, yang pada dasarnya adalah kecurangan pada diri anda.
            Banyak orang yang sukses dalam upaya meningkatkan perubahan diri sering mencapain pada poin dimana mereka berhenti mengikuti program mereka. Beberapa bulan setelah menyelesaikan program self-modification, banyak siswa yang malu mengebai tidak lagi menyimpan catatan atau menggunakan renforcers. Tapi, mereka juga tidak terganggu oleh problem perilaku mereka.
            Ide yang bagus untuk menghapus program anda secara sengaja dan bertahap. Daripada tiba-tiba berhenti dari catatan atau renforcers anda, anda seharusnya beralih dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit reinfocementnya.
            Sukses dalam mencapai kontrol diri yang baik adalah persoalan yang relatif. Mereka yang sudah mencapai tujuan mereka cenderung untuk mendukung lebih baru, lebih ambisus. Namun, individu yang belum sukses bisa belajar dari kesalahannya.

             Dari beberapa perlakuan atau treatmen kontrol diri untuk mencapai kesehatan psiklogis yang baik tersebut, diharapkan dapat mengurangi tingkat ganguan-gangguan pada kesehatan mental individu atau seseorang.

Rabu, 25 Juni 2014

Tugas Wawancara, Kesehatan Mental



Kali ini saya akan berceritra tentang “Keharmonisan Rumah Tangga PASUTRI (Pasangan Suami dan Istri) sebagai bagian dari tugas mata kuliah Kesehatan Mental.

            Terwujudnya keharmonisan rumah tangga adalah dambaan setiap pasangan suami-istri, namun tidak semua pasangan suami istri bisa menerapkan keharmonisan dalam rumah tangganya. Untuk melatih kemampuan wawancara, saya mewancarai pasangan suami istri yang usia pernikahan mereka sudah 24 tahun, dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama, kedua adalah laki-laki dan anak bungsu mereka perempuan. Dari hasil wawancara tersebut saya mendeskripsikan bahwa keharmonisan pasangan suami istri ini punya alasan yang berbeda dari pasangan lain. Ketika mereka telah memilki komitmen untuk menjadi seorang pasangan suami istri melalui pernikahan, lalu kemudian mereka hidup bersama menjadi keluarga yang menjalani kehidupan sederhana dengan tujuan yang sama yaitu membahagiakan keluarganya. Ternyata ada beberapa hal yang mereka terapkan untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga mereka dia antaranya : 

Saling menghargai, menurut pasangan ini menghormati adalah salah satu cara kita member posisi tertinggi setelah Tuhan dan orang tua di hati kita. Menghormati keberadaan suami atau istri yang mendampingi kita akan merasa dihargai. Tidak peduli apakah anda lwbih tua atau muda dari pasangan anda, yang penting perilaku saling menghormati terus dijaga. Misalnya dengan menjaga nama baik pasangan adalah salah satu sikapmenhormati.

Saling pengertian, pada saat memutuskan untuk menjalani nsebuah rmah tangga tentunya mereka telah sanggup untuk menerima segala kekurangan atau kelebihan masing-masing. Jika tidaka ada saling pengertian maka konflik salam rumah tangga sering terjadi. Cara mereka untuk salaung perhatian adalah misalnya menutupi kekurangan pasangan masing-masing dengan kelebihan yang dimiliki atau misalnya juga pada saat pasangan kita menerima ujian hidup dalam kondisi yang tidak menyenangkan sekalipun kita tetap berusaha untuk mengerti.

Komunikasi yang lancar. Dengan komunikasi mereka jadi bisa mengetahui kondisi atau susasana hati pasangannya. Komunikasi secara terbuka tanpa ada unsur kecurigaan atau kerahasiaan dalam rumah tangga akan membuat pasangan  menjadi lebih percaya apabila dilakukan dengan jujur. Sehingga mengurangi adanya kemungkinan konflik. Misalnya, mereka tidak merasa ragu apabila mengungkapkan suasana hati, seputar anak, atau tujuan bersama karna menurut mereka pasangan adalah orang terdekat saat  mereka memutuskan untuk berumah tangga.

Menciptakan suasana romantis, meskipun menurut mereka sangat susah sekali menciptakan suasana romantis dalam rumah tangga, tetapi hal itu bisa diatur atau diciptakan melalui keceriaan bersama keluarga, jauh dari rasa stress, humoris dalam rumah. Misalnya saja hal kecil yang dapat menyenagkan pasangan itu bisa jadi suasana romantis. Membengunkan pasangan  dari tidur, membuatkan secangkir the atau kopi, menyiapkan makan, member pujian kepada pasangan.

Saling mendoakan, sebagai seorang muslim tentunya menurut mereka mendo’akan pasangan itu perlu untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, mereka yakin Tuhan adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Mendo’akan  pasangan agar slalu diberikan yang terbaik dalam menjalani bahtera kehidupan bersama pasangan dan anak-anak. Misalnya, menyelipkan do’a untuk pasangan setelah sholat. Itu membuktikan rasa saying mereka terhadap pasangan.

            Pasangan suami istri ini menganggap bahwa kesetian adalah sebuah komitmen, dimana mereka memiliki tanggung jawab yang penuh untuk menjalani kehidupan sehingga tercipta keharmonisan dalam rumah tangga. Apabila tidak dijalani dengan baik maka tidak bisa mendapatkan makna atau arti dari kebahagian bersama.

Narasumber : PASUTRI (Pasangan Suami dan Istri)
Pewawancara : Febbry Rahmat Dwicahyo  12512844
Kelas 2PA03, Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma