Kamis, 10 Januari 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2


ILMU BUDAYA DASAR


OLEH :
FEBBRY RAHMAT DWICAHYO
NPM/Kelas : 12512844/1PA02
FAKULTAS PSIKOLOGI
2012


KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Ilmu budaya dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji persoalan manusia dan kebudayaan.
Konsepsi ilmu budaya dasar ditinjsu  dari segi :

A. Pendekatan Kesusastraan
Pendekatan Kesusastraan.IBD (Ilmu Budaya Dasar) berasal dari kata Basic Humanities, yaitu berasal dari bahasa Inggris “The Humanisties”. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus. Seni termasuk sastra yang memegang peranan penting dalam The Humanities. Mengapa demikian? Karena seni merupakan ekspresi dari nilai-nilai kemanusiaan, dan bukan formulasi dari nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama dibandingkan dengan cabang humanities yang lain seperti halnya ilmu bahasa. Karya sastra adalah penjabaran abstraksi, sama halnya dengan ilmu filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstraksi. Nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikan oleh normatif dan memegang peranan penting. Dan oleh kerena seni itu adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah dalam berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampainnya. Mengenai sastra, disetiap zaman sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama adalah karena sastra menggunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai fungsi untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Manusia dan bahasa pada hakikatnya adalah satu. Kenyataan inilah yang mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa.
Istilah prosa biasanya kita kenal dengan fiksi dan tidak jarang sering diartikan sebagai cerita rekaan atau rekayasa dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi juga sebagai cerita.
Di dalam kesusastraan bahasa Indonesia kita mengenal ada dua macam prosa yaitu :
Prosa Lama dan Prosa Baru.
PROSA LAMA meliputi :
1.      Dongeng         : Cerita sederhana yang tidak benar terjadi.
2.      Hikayat           : Cerita pelipur lara yang sullit diterima oleh akal, merupakan cerita rekaan namun memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya.
3.      Sejarah            : Kejadian dimasa lampau yang benar-benar terjadi  atau riwayat asal-usul keturunan.Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul keturunan.
4.      Epos
5.      Cerita Pelipur Lara
PROSA BARU
1.      Cerita Pendek
Adalah bentuk prosa naratif fiktif,cenderung padat dan langsung pada tujuannya,mengandalkan teknik teknik sastra seperti tokoh,plot,tema bahasa dan insight.
2.      Roman /Novel
Adalah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif,biasanya berbentuk cerita.
3.      Biografi
Adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
4.      Kisah
Adalah satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita,seperti “Kisah Anaz dari Singapura ke Kelantan”.
5.      Otobiografi
Adalah biografi yang ditulis oleh subyeknya (dikarang bersama dengan penulis lain disebutkan sebagai “sebagaimana” atau “dengan”).


C. Nilai Yang Terkandung dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang berpondasi pada cerita, jelas ada dan terdapat dalam karya sastranya mengandung nilai-nilai moral, pesan, dan berbagai cerita.
Adapun point-point yang dapat kita peroleh dari / melalui membaca prosa antara lain :
1.      Prosa fiksi memberikan rasa gembira atau senang.
Keistimewaanya pembaca dapat pengalaman seperti mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2.      Prosa fiksi memberikan suatu informasi didalamnya.
Fiksi memberi informasi sejenis yang tidak ada di ensiklopedia.
3.      Prosa fiksi mmemberikan warisan cultural atau budaya.
Prosa fiksi mentimulasi imaginasi,sarana bagi pemindahan,dan merupakan warisan budaya bangsa.
4.      Prosa fiksi memberikan suatu penyesuaian wawasan.
Dengan prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan dengan pengalamannya bersama individu lain.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dibagi mmenjadi dua  yaitu :
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya, mengajak pembaca mengikuti yang dikehendaki zamannya.
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, mengajak pembaca untuk merenung dan berfikir.
D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi adalah sesuatu yang kita kenal dengan rangkaian kata-kata indah yang penuh dan kaya akan makna didalamnya. Terlebih lagi jika kita meresapi dalam membacanya. Puisi juga termasuk seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari keseniaan dan keseniaan itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan. Seperti itulah dapat digambarkan bahwa budaya memiliki sistem yang saling berkaitan. Seperti yang disampaikan di atas, jika kita mengkaji bahwa puisi merupakan suatu rangkaian kata-kata yang membentuk beberapa kalimat yang penuh dengan makna hidup, alam, bahkan ke Tuhanan yang di ekspresikan oleh sang penyair (orang yang membuat atau membaca puisi) dalam bentuk tulisan maupun ekspresi dari puisi yang disampaikan atau dibacakan. Atau dengan kata lain Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa artistik/estetik yang padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Kepuitisan, keartistikan/keestetikan bahasa puisi disebabkan  oleh kreatifitas penyair  dalam membangun  puisinya dengan mengunakan :
1. Figura bahasa gaya personifikasi,metafora,perbandingan alegori,sehingga puisi menarik.
2. Kata-kata yang ambiquitas,yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
3. Kata yang  berisi suasana, perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup.
4. Kata berkonotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi tertentu.

Secara imajinatif puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial berupa :
1. Penderitaan atas ketidakadilan.
2. Perjuangan untuk kekuasaan.
3. Konflik dengan sesamanya.
4. Pemberontakan kepada hukumTuhan.
Didalam Ilmu Budaya Dasar kita menemukan penyajian puisi, adapun yang mendasarinya yaitu:
1.      Adanya hubungan didalam pembuatan puisi dengan hidup manusia
2.      Asanya suatu rasa insyaf  atau sebuah kesadaran seseorang dari suatu kejadian.
3.      Puisi dan keinsyafan sosial.

Kesimpulan :
            Ilmu Budaya Dasar tidak hanya mencakup hal kebudayaan saja, tetapi dalam kebudayaan kesusastraan juga termasuk dalam kebudayaan indonesia. Karena Indonesia mempunyai banyak propinsi sehingga bahasa yang mereka gunakan beragam, disetiap daerahnya
Contoh : Bahasa jawa, bahasa sunda, bahasa  madura, bahasa banjar dan masih banyak yang lainnya.

HUBUNGAN MANUSIA DAN CINTA KASIH

            Manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat hidup sendiri. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari orang lan. Coba bayangkan jika anda sebagai manusia hidup individualisme atau penyendiri.
Mungkin dunia ini akan terasa membosankan dan memuakkan, terjadi banyak kericuhan akibat dari individualisme karena mereka menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau mengalah satu sama lain karena menyangkut individu.
Beberapa Definisi Manusia :
1. Manusia adalah makhluk utama, berarti diantara semua makhluk natural maupun supranatural, manusia memiliki jiwa bebas dan hakikat - hakikat yang mulia.
2. Manusia adalah kemauan bebas. kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yang bebas (alam), sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan.
3. Manusia adalah makhluk yang sadar. Kesadaran yang dimaksud berarti bahwa melalui daya refleksi yang menakjubkan, manusia dapat memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yang tersembunyi dari penglihatan, dan mampu menganalisis masing-masing realita dan peristiwa. Manusia tidak hanya tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yang ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian manusia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa yang akan datang, ke dalam waktu yang tidak didatangkannya secara objektif. Manusia mendapat pegangan yang benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri
4. Manusia adalah makhluk yang sadar diri. Ini memiliki arti bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki pengetahuan atas kehadirannya sendiri. Manusia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
5. Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib/semu /quasi/miracolous yang memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yang tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yang belum diberikan alam.
6. Manusia adalah makhluk idealis.ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yang ada dan dimilikinya, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yang seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam realita yang ada. Kekuatan inilah yang selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan rohaniah.
7. Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting tentang nilai. Nilai terdiri dari ikatan yang ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yang lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
8. Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yang bersifat istimewa dan mulia. Manusia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yang independen, mempunyai kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yang tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
Terdapat beberapa penggolongan pada manusia yang dapat membedakan manusia satu dengan yang lainnya. Seperti jenis kelamin (Laki-laki atau Perempuan), usia, agama, sampai ciri-ciri fisiknya.

Cinta Kasih
Cinta Kasih adalah perasaan yang terdapat pada manusia yang meliputi rasa senang, sayang, suka, ataupun belas kasihan terhadap seseorang. Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta kasih, karena memang sudah takdirnya dan merupakan kodrat manusia untuk saling menyayangi. Dan atas dasar itu, manusia dapat mempertahankan keturunannya.
Cinta sama sekali bukan nafsu, pernyataan tersebut sangat penting khususnya bagi remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak. Perbedaan antara cinta dan nafsu adalah :
· Cinta bersifat manusiawi, hanya kepada manusialah Cinta timbul dan berkembang, sedangkan pada binatang terbatas pada naluri untuk melindungi.
· Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan nafsu sifatnya jasmaniah. Rasa cinta dapat memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan dorongan seks semata.
· Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.
Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm (1983:24-27) menyebutkan bahwa cinta itu terutama member bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu:
· Pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya.
· Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela, oleh karena itu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik.
· Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya.
· Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
            Pengertian tentang cinta juga diungkapkan oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan cinta segitiga. Dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
· Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
· Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst.
· Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, merangkul, dsb.
Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengahh adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cint yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
Cinta memiliki bermacam-macam golongan seperti cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama, cinta seksual, cinta kepada rasul, cinta kepada Allah, dll.
Contoh kasus :
Secara psikologis, di zaman yang semakin modern ini peradaban manusia kurang memperhatikan hal-hal yang memudarkan nilai-nilai etika, moral, atau cara pandang, agama dan lain sebagainya. dalam menjalin hubungan yakni cinta (cinta kepada kekasih). Sering kali kita jumpai bahwa saat ini gaya menjalin suatu cinta, kasih sayang, diungkapkan dengan berbagai ekspresi negatif atau positif. Misalkan gaya berpacaran di zaman sekarang terkesan bebas dan lebih berani dalam hal-hal yang negatif. Sangat dimungkinkan bahwa indikasi-indikasi tersebut disebabkan oleh adanya factor-faktor tertentu yang ada dalam benak seseorang yang merasakan cinta dan kasih sayang. Nafsu menjadi salah satu faktor yang memicu kea rah negatif. Emosi memuncak, dan mengungkapkan rasa cinta yang berlebihan kepada kekasih bukanlah hal yang dianggap wajar, Karena kita sebagai manusia yang diwariskan Tuhan untuk mencintai kekasih dengan tidak berlebih-lebihan apalagi sampai melanggar etika, moral bahkan cara pandang agama.


MANUSIA DAN PENDERITAAN

            Manusia memiliki dua sisi yaitu sisi bahagia dan sisi penderitaan. Ada suatu kala manusia merasakan sebuah kebahagiaan dan biasanya kebahagiaan itu datang dengan sendirinya. Kehidupan memang tak lengkap jika hanya ada kebahagiaan, karena jika hanya ada sebuah kebahagiaan di dalam sebuah kehidupan maka manusia yang hidup di dunia ini tidak akan pernah bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakannya. Hal yang sering terjadi manusia yang merasa kebahagiaan didalam hidupnya sering lupa kepada yang telah menciptakannya, oleh karena itulah Allah SWT maha adil. Maka dari itu, salah manusia jika hanya menginginkan kebahagiaan semata. Karena disamping terdapatnya kebahagiaan di dunia didalam kehidupan juga terdapat rasa yang memiliki arti berlawanan dengan arti kebahagiaan. Arti yang berlawanan itulah yang biasa kita sebut dengan penderitaan.
Tidak semua manusia hidup di dunia merasakan kebahagiaan, disamping kebahagiaan terdapat sekelompok orang yang sedang merasakan penderitaan. Penderitaan dan kebahagiaan memiliki keterikatan. Maksud dari keterikatan adalah manusia yang terlena oleh suatu kebahagiaan di akhir maka dia akan merasakan sebuah pendeitaan dan begitu juga sebaliknya manusia yang sedang mengalami penderitaan apabila dia berusaha untuk memperbaiki keadaannya dan memiliki sikap bersyukur dalam keadaan apapun maka suatu saat nanti akan mendapatkan sebuah kebahagiaan suatu saat nanti.semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun itu.tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan berbeda-beda. Ada yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu tetapi ada juga yang bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang ada agar penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang membedakan taraf kesabaran manusia. Mungkin banyak orang yang merasa mereka lebih banyak mendapatkan penderitaan dibandingkan dengan kebahagiaan, tapi itulah siklus kehidupan. Tentu kita menginginkan nasib yang baik agar mendapatkan kebahagiaan tetapi semua itu tergantung dari sikap kita apakah kita akan berusaha atau tidak untuk mendapatkan kebahagiaan itu karena semua itu ditentukan oleh yang Maha Kuasa.

Karena ada penderitaan itu juga sebenarnya Allah menginginkan kita untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus kita perbaiki, jangan pernah menyesali yang ada. karena roda kehidupan memang berputar, ada kalanya dibawah, nah saat di bawah ini itulah penderitaan, itu tanda sayang Allah kepada kita makanya Allah memberikan kita cobaan. Jangan pernah merasa iri dengan yang merasakan kebahagiaan karna mereka juga pasti akan merasa menderita.
Jalani hidup ini apa adanya, karena Allah juga tidak menyukai orang yang suka menyalahkan dirinya sendiri. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan.penyebab penderitaan itu bermacam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita sakiti, musibah seperti bencana alam. Apapun penyebabnya penderitaan selalu ada. Orang mati pun mungkin menderita akibat dosa yang ditanggungnya. Penderitaan perlu dihadapi dan direnungkan. Ini mengandaikan bahwa ada makna positif yang bisa kita petik dari pengalaman penderitaan.penderitaan ada manfaatnya ini mendekatkan kita kepada Allah. Fakta mengatakan bahwa manusia tidak pernah sendirian dalam menghadapi penderitaan, dalam berita manusia kembali menjadi satu. Penderitaan membuat perbedaan-perbedaan pendapat, konflik, dan perpecahan mencair dengan sendirinya. Penderitaan emang menyakitkan dan menimbulkan luka tetapi selalu saja ada teman dan sahabat yang ikut berbela rasa dengan kira memikul duka cita itu. Kita harus menghadapi penderitaan dengan percaya bahwa penderitaan itu bersifat sementara saja, penderitaan ternyata membangkitkan pengharapan.
Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang. hal yang dimaksud adalah mental. setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing sebuah penderitaan. jadi mental merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam jalannya hidup kita. Hal yang paling berbahaya adalah apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan rnenghindari.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, kita harus berusaha mengataasi kesulitan hidup. Allah telah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.



















Tugas Ilmu Budaya Dasar 1


ILMU BUDAYA DASAR



OLEH :
FEBBRY RAHMAT DWICAHYO
NPM/Kelas : 12512844/1PA02
FAKULTAS PSIKOLOGI
2012



Tugas 1.A
MENYIKAPI PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN

            Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini, manusia tentunya tidak akan terlepas dari kebudayaan yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya merupakan suatu objek yang dapat dikembangkan oleh manusia. Indonesia adalah salah satu Negara di dunia yang memiliki ragam kebudayaan, dimana ragam budaya tersebut memiliki karakteristik tertentu. Dengan banyaknya suku-suku, adat istiadat dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda, dan terikat oleh suatu bangsa yakni bangsa Indonesia.
            Budaya adalah pola hidup yang menyeluruh yang diwariskan kepada generasi yang penerus. Berkembangnya kebudayaan-kebudayaan saat ini, memungkinkan kita untuk dapat memilah mana saja yang dapat kita ambil dan kita tinggalkan. Karena kebudayaan merupakan karakter bangsa yang dapat dinilai dan dipandang penerapannya oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Adanya akulturasi budaya atau perpaduan antara satu kebudayaan  dengan kebudayan lain menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan kebudayaan lama yang berdampak pada sisi positif dan negatif di masyarakat. Banyaknya budaya asing yang  masuk ke Indonesia saat ini  juga memberikan dampak yang segnifikan dalam proses penyerapan budaya.
            Semua kalangan Negara di dunia ingin memperkenalkan budayanya kepada Negara-negara lain. Terleps dari semua itu, justru budaya yang diperkenalkan oleh Negara-negara asing sangat berpengaruh pada masyarakat Indonesia yang dalam rentan waktu yang lama akan terbiasa dengan kebudayaan asing. Gaya hidup yang tergolong dalam konsumerisme atau westernisasi. Dimana semua kebutuhan primer, sekunder, dan tersier menjadi suatu kebudayaan yang telah tercemar oleh budaya luar atau asing. Banyak diantara  kita yang tidak menyadari bahwa secara perlahan kekayaan budaya yang kita miliki akan punah karena adanya kebudayaan-kebudayaan asing.
            Sebagai manusia yang inovatif, kita dituntut untuk mengembangkan dan menggali potensi ragam kekayaan budaya yang kita miliki dengan sebaik-baiknya tanpa merusak budaya yang ada. Menyikapi perkembangan kebudayaan  saat  ini kita harus bersikap selektif dalam berbudaya. Cintailah budaya kita, jangan biarkan budaya kita di akui oleh bangsa lain.



Tugas 1.B

MENJAGA DAN MELESTARIKAN KEBUDAYAAN KITA

                Dengan adanya era globalisasi yang semakin maju dan berkembang, tentunya membuat segala aspek kehidupan generasi muda yang lebih berfikir modern saat ini. Terkadang kita lupa akan berharganya suatu warisan kebudayaan yang kita miliki. Generasi muda sekarang telah beranggapan bahwa kesenian, budaya daerah adalah sesuatu yang dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Betapa ruginya kita apabila membiarkan budaya kita tercemar dan sirna termakan oleh waktu karena generasi muda penerus bangsa saat ini tidak bisa menjga dan melestarikan budayanya sendiri. Kini sudah saatnya kita bergotong-royong untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa dasar budaya daerah merupakan cikal bakal kebudayaan nasional yang kita miliki saat ini. Jika kita melihat apabila kebudayaan daerah dapat dijaga dan dilestarikan keberadaannya maka kebudayaan nasional juga akan dapat terjaga. Mengapa demikian? Karena agar generasi muda penerus bangsa dapat menikmati warisan kebudayaannya. Akhir-akhir ini kebudayaan kita sering diakui oleh Negara lain. Ini terjadi karena kita kurang peduli terhadap pentingnya melestarikan dan menjaga budaya asli dari warisan nenek moyang kita.
Banyaknya kebudayaan yang berkembang di dalam masyarakat, akan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan baru hasil dari pemikiran-pemikiran dan pandangan manusia. Kita sebagai warga Negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan memilki peran penting dalam melestarikan budaya. Tidak hanya generasi muda yang ditekankan untuk menjadi tokoh utama dalam pengembangan budaya. Tentunya juga dibutuhkan bantuan dari orang-orang yang berkecimpung dalam pengembangan dan pelestarian budaya, seperti pemerintah yang dalam hal ini memberikan pencerahan tentang tata cara dan peran serta masyarakat untuk berpartisipasi langsung meningkatkan nasionalisme kebudayaan.
Menjaga dan melestarikan kebudayaan adalah tugas bersama. Budaya Indonesia merupakan cirri khas Indonesia dengan berbagai keanekaragaman seperti adat istiadat, tari-tarian, kesenian dan masih banyak lagi. Kini sudah saatnya kita berperan serta dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.

Tugas 2

          Peran Orang Tua dan Lembaga Pendidikan dalam Mengatasi Perilaku Siswa

Dewasa ini dunia pendidikan di republik Indonesia sangat mencemaskan, dengan maraknya perilaku moral siswa yang semakin terpuruk di masyarakat. Seperti yang kita ketahui bersama, di Indonesia sudah tidak asing lagi berita tentang pelajar atau mahasiswa yang terlibat dalam perilaku anarkis dan melanggar aturan. Seperti tawuran pelajar atau mahasiswa yang sering kita lihat di media massa. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Para pelajar atau mahasiswa sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat. Sebagai pelajar,  seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu. Jika kita melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah. Oleh karena itu, untuk meminimalisir hal-hal tersebut diperlukan peran orang tua dan lembaga pendidikan sebagai media kontrol sosial untuk mendidik, membimbing dan membentuk kepribadian yang unggul dalam budi pekerti dan moral bangsa.
Orang tua mendidik anaknya tentang prinsip hidup, bagaimana anak seharusnya hidup, bagaimana anak berinteraksi kepada Penciptanya, berinteraksi kepada sesama manusia dan alam. Seperti yang dikemukakan oleh para filosof, orang tua mengajarkan tentang semua kebenaran kepada putra-putrinya. Peran orang tua sangat besar dalam mendidik anaknya dan merupakan hal yang alami. Bahkan sampai menginjak dewasa, orang tua masih terus mendidik anaknya agar menjadi anak yang mandiri dan matang, dan dapat menjalani hidupnya sendiri. Selain itu, orang tua memberikan nilai-nilai etis apa yang baik dan yang tidak baik bagi masyarakat.
Berbagai metode  yang  dapat  digunakan orang tua kepada  anaknya  diwujudkan dalam suatu cara-cara orang tua mendidik anak. Cara orang tua mendidik anak inilah yang disebut sebagai pola asuh. Setiap orang tua berusaha menggunakan cara yang paling baik menurut mereka dalam mendidik anak. Untuk mencari pola yang terbaik maka hendaklah orang tua mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anaknya agar tidak terjerumus pada perilaku yang melanggar aturan. Namun tidak semua orang tua berhasil dalam mendidik anakanya dikarenakan lemahnya peranan orang tua. Orang tua seharusnya memahami bahwa merekalah sebagai penanggung jawab utama dalam pendidikan putra-putrinya. Dan secara umum, berhasil tidaknya pendidikan seorang anak biasanya dihubungkan dengan perkembangan pribadi orang tuanya dan baik tidaknya hubungan, komunikasi dan sosialisasi dalam keluarga.
Disisi lain juga ada pandangan umum bahwa apabila anak mereka sudah menginjak remaja, orang tua tidak perlu mengawasi terlalu dalam tentang pendidikan putra-putrinya, semua diserahkan kepada lembaga pendidikan. Kecenderungan ini dapat dilihat apabila ada pertemuan orang tua, seminar oang tua, maupun performance anak-anak, orang tua yang anaknya masih kecil biasanya lebih menyempatkan waktu untuk hadir, daripada mereka yang mempunyai anak remaja. Pandangan yang salah ini harus segera dibenahi karena akan membawa dampak yang sangat negatif kepada pandangan anak. Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua harus memahami hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak, membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang tepat, pengetahuan tentang pendidikan yang dijalani anak, dan ilmu tentang perkembangan anak, sehingga tidak salah dalam menerapkan suatu bentuk pola pendidikan terutama dalam pembentukan kepribadian anak yang sesuai denga tujuan pendidikan itu sendiri untuk mencerdasakan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab dalam bermasayrakat.
Terlepas dari peran orang tua sebagai media kontrol sosial bagi anak-anaknya, juga dibutuhkan peran lembaga pendidikan sebagai pendidik dalam membentuk karakter siswa atau pelajar. Melalui lembaga pendidikan  yang secara optimal berkolaborasi dari pihak orang tua dan pengajar atau pendidik, sehingga tercipta harmoni yang sempurna antara sosialisasi keluarga dan sarana lembaga pendidikan seperti sekolah atau kampus tempat menimba ilmu pengetahuan dan pembentukan keperibadian. Ini merupakan suatu proses yang dapat membantu siswa atau pelajar  untuk mengenal diri mereka sendiri dan komunitas di mana mereka berada. Hal ini memampukan mereka untuk dapat membuat keputusan yang bebas tetapi bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya. Pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan dalam lembaga pendidikan. Pemerintah menentukan apa yang akan diajarkan kepada siswa atau pelajar dan menentukan siapa yang mendidik mereka. Jadi peran orang tua dan lembaga pendidikan sangat diperlukan.
Contoh kasus perilaku siswa atau pelajar yang semakin anarkis adalah kasus tawuran yang terjadi antar siswa sekolah menengah atas di Jakarta yang merenggut korban, hal ini tentunya sangat meresahkan dunia pendidikan dan masyarakat. Dimana siswa atau pelajar yang seharusnya mempunyai tugas untuk belajar dengan baik justru terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.
Menurut saya, masyarakat juga harus perduli dengan kasus tawuran yang terjadi dikalangan siswa atau pelajar saat ini. Sebab hal ini akan berdampak pada kemajuan kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia. Saran saya adalah, supaya pendidikan menjadi lengkap dan efektif, sistim pendidikan seharusnya tidak hanya mengembangkan aspek intelektual dan fisikal tetapi juga harus mengajarkan nilai-nilai spiritual, moral dan sosial. Selain itu juga dituntut sebuah kesadaran dan peran orang tua dan masyarakat untuk memperjuangkan pendidikan yang baik, diperlukan banyak pemikiran bagaimana pendidikan yang menghasilkan anak didik yang mempunyai karakter taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.